Minggu, 09 Oktober 2011

Perspektif



Apa yg dilihat mata belum tentu sama dengan apa yg dirasa oleh lidah

begitu juga bagiku sesuatu yg manis di lidah tidak langsung kutelan,
dan sesuatu yg pahit dilidah tidak langsung kumuntahkan
sesuatu yg manis belum tentu baik, dan sesuatu yg pahit belum tentu tidak baik

aku tidak pernah mengaku aku seorang yg baik atau sempurna
aku hanya tak ingin orang cepat menilaiku dan menolakku dalam kehidupan ini

awalnya aku tak bisa mengerti mengapa hidup ini tidak adil
mengapa sesama manusia saling mengkotak-kotakan manusia lainnya dalam hidup ini
bukankah musuh kita yg sesungguhnya adalah berasal dari diri kita sendiri
keangkuhan, ketidakadilan, keserakahan, kemunafikan dan kekejian dalam hati kita

mengapa dunia begitu angkuh terhadap hal-hal yg dipandang hina dan tidak lazim?

mungkinkah orang2 sepertiku tidak layak mendapatkan sesuatu yg lebih baik?
apakah sesuatu yg baik itu harus dapat dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga?
aku tak mengerti Tuhan, mengapa dunia ini begitu tidak adil bagi orang2 sepertiku.....

............
............

namun sekarang aku sudah terbiasa melihat semua itu, apa yg terjadi kepadaku dan juga kepada orang2 sepertiku

kami semua adalah orang2 yg terlupakan
orang2 yg dianggap jahat oleh dunia ini
orang2 yg dianggap tidak sempurna oleh hamba-hamba kesempurnaan

aku tak pernah mempercayai orang yg mengatakan :
"Tuhan mengasihimu, namun kamu harus jadi sama sepertiku jika ingin dikasihi Tuhan"
jujur kukatakan aku tak tahu apa tolak ukur sebuah kebaikan itu dapat dikatakan baik?
yg bisa kulakukan adalah berusaha melakukan hal yg terbaik menurutku berdasarkan apa yg sudah Tuhan ajarkan.
memang itu bukan jaminan mutlak apa yg kulakukan sudah baik
tapi setidaknya aku mempunyai niat baik utk tdk ingin menghakimi orang lain,
dan akupun tak ingin mereka memandang diriku lebih tinggi dari mereka
aku tak ingin berdiri diatas kepala orang lain
biarlah kita merenungkan sendiri seperti apa masing2 diri kita dihadapan Tuhan

apakah layak manusia yg tidak sempurna menentukan bagaimana yg baik bagaimana yg jahat?
ya memang aku tidak layak menentukannya
namun biarlah Tuhan sendiri yg menentukan itu semua
kita tidak berhak menentukan hidup orang lain, karena kita tidak punya hak atas hidup orang lain
semua manusia masing2 mempertanggungjawabkan dirinya sendiri di hadapan Tuhan
Tuhan sudah memberikan akal, pikiran, dan hati nurani utk menentukan mana yg baik mana yg tdk
Tuhan memberikan kita pilihan dan kita sendiri yg menentukannya
Tuhan tidak menciptakan manusia seperti robot yg terprogram
bagiku yg terpenting adalah bagaimana membuat orang lain merasa berharga disampingku

aku tak pernah menganggap mereka sampah
kebaikan bagiku adalah cukup tidak menyakiti sesamanya saja

Tuhan, seringkali mereka salah menilai diriku dan niat baikku hanya karena aku tak pandai bertutur kata di hadapan mereka.
seringkali mereka salah menilai diriku dan niat baikku hanya karena aku tak pandai bersikap dan mengambil hati mereka
terkadang batinku sering merasa sedih dan tersiksa melihat orang2 seperti itu memandang bagaimana hidup orang lain

aku memang kaget dengan seorang yg baru saja kukenal tiba2 memanggilku dgn kasar
tapi aku mencoba mencari tahu apa yg membuat dia seperti itu dan bagaimana dia sesungguhnya
jujur memang sulit awalnya aku menerima orang2 seperti itu
tapi bagiku yg terpenting adalah bukti nyata, bukan sekedar kata2

mungkin bagi sebagian orang aku terlalu bertele-tele berbicara
lalu mereka melontarkan ejekannya terhadap apa yg sudah kuungkapkan
tapi biarlah mereka telan sendiri saja apa yg menjadi kebenaran di benak mereka, bukan utkku
karena akupun tidak akan memaksa mereka menerimaku

hidupku bukanlah mencari hormat
aku tidak mencari ketenaran agar diriku dihormati
bagiku, apa artinya semua hormat manusia itu
begitupun aku jg tidak ingin dihormati dan dikagumi karena hidupku yg lurus dan suci
akupun tak pernah merasa hidupku sudah lurus dan suci
aku belajar sampai ke liang kubur
buatku hidup  itu sprti lingkaran
tak ada awal tak ada akhir, tak ada titik puncak
aku terus mencari dan mencari
karna apa yg kudapati hari ini, akan habis di hari esok
aku takkan pernah bisa mendapati titik puncak itu
kesempurnaan hanyalah milik Tuhan semata

yang bisa kulakukan di dunia ini adalah bermula dari dalam diriku sendiri
melakukan hal yg terbaik, setidaknya aku tidak menyakiti sesamaku dan membuat mereka tidak berharga di sisiku

aku akan masuk kedalam rumah orang lain jika dia membukakan pintunya uktku
jika tidak aku tidak akan memaksanya
aku tak ingin membawa permata yg indah agar dia membukakan pintunya utkku

begitu juga sebaliknya aku tidak akan membukakan pintuku jika seseorang menggedor-gedor rumahku dan lalu menodongkan pistol di kepalaku

semoga Tuhan mengampuni keangkuhan, ketidaktahuan dan ketidaksempurnaan kita semua


may God bless us

Tidak ada komentar: