
Aku melihat seorang anak laki-laki
'dalam imajinasinya''
saat malam menghampiri
menjadi teman rutinitasnya sehari-hari
darah, cairan, ketersiksaan
10 tahun berlalu tanpa kepastian
dan begitu terjal jalan yg dilalui demi menggapai suatu harapan
namun sia2 belaka
di suatu malam aku termenung
dan mulai memikirkan pertanyaan yg muncul
apa Tuhan memang benar2 ada
jika ada , kenapa tidak Tuhan pindahkan saja gunung ini didepan mataku
seperti yg Tuhan janjikan
atau membelah lautan untuk membuktikan kuasanya
hari berlalu, munculah kekecewaan kepada apa yang disebut Tuhan
melakukan dosa dan segala kepuasaan
demi memenuhi keinginan tubuh yg fana
menjadi tindakan penyalahan dan tanda kekecewaan terhadap Tuhan
........
hidup memang sangat penting
dan aku tau bagaimana menghargai anugerah yang telah Tuhan berikan ini
tetapi hidup jg bukanlah sesuatu yg mesti dipertahankan mati2an
lalu mengesampingkan apa yang sudah Tuhan amanatkan
demi kelangsungan hidup kita semata
semua berlalu begitu cepat seperti roda yang sedang berputar
begitu juga kehidupan ini,
Tuhan memberikan kita waktu yang sebentar untuk hidup
kepada diriku, adik kecil disana yg telah tiada
juga kepada orang2 yg merasa panjang umurnya
hidup ini sangat singkat
tak ada bandingnya dengan kehidupan kekal diatas sana
itulah sebabnya damai sejahterah dan keselamatan dari Tuhan saja
sudah sangat lebih dari cukup bagiku
tidak benar aku tdk pernah berharap ingin sembuh
dari ketersiksaan fisik ini
tapi yang benar,
aku tak pernah berharap lagi apa yang manusia inginkan sekarang,
apa yg aku inginkan
melainkan apa yg Tuhan inginkan
aku percaya dan yakin dan tak ada yg tidak mungkin baginya
perihal kesembuhan bahkan bangkit dari kematian
tapi sekarang aku sadar bukan itu semua yang terpenting bagiku
melainkan mensyukuri atas apa yang sudah Tuhan rancang buat hidupku dan masa depanku
sehingga di dalam kelemahan agar kuasa,
dan kemuliaan Tuhan bisa bekerja
dan menghasilkan bunga2 yang bersemi di musim gugur
dan hujan di musim panas, yaitu iman
yang menghasilkan semangat untuk tetap hidup di tengah kekurangan2 yg Tuhan izinkan
agar dimana dengan ini semua bisa menjadi kesaksian tentang kemurahan dan belas kasih Tuhan
dan yang terpenting, keselamatan yang telah Dia berikan sampai selama-lamanya
==========
note :
Untuk seseorang yang sudah bosan dengan penyakitnya.
dia tidak jauh...dan dia tidak mementingkan lagi kesembuhan itu.
yang dia butuhkan sekarang hanya seorang teman.
teman yang mampu mengerti akan kesendiriannya.
jangan kuatir, aku ada disini teman
aku adalah 'bagian' darimu
saat dunia ini sudah tidak lagi menganggapmu ada.
~~~~
- the other side of mental personality and psychological -
http://alexrein.blogspot.com/2011/10/disorientation-of-time-heart-upheaval-9.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar