
PART I
I walked backwards
in this brain
across my spirit
asked the memories
asked the dumb
dark night wrap my vision
I could not see anything
Even then i could still hear
The one who thrilled me came and sat beside me
Then he asked me if i wanted to take this place
I gave no answer because i did not know him
Then i saw myself flying across the sky above
I saw many people chasing me brandishing their swords
But all the time that repeated my vision just stop there
I also saw myself walking away eastwards
Walking and running
But as far i could run, i had never been able to run away from him
Then i saw giants balls
at altitude sky
About to hit me
I could not shout
This mouth froze and numb
My heart was pounding
My rigid body froze and couldn’t move
Then all seemed so fast like a tangle tapes
Unnatural sound
The mother turned into the cursed devil
She yelled at me
Strange tones that never existed in this world are played
'Hey…your path is near
Figure 27 was born for you
Your way have been set'
(....continued in the secret)
--------####---------
aku berjalan mundur
di dalam otak ini
melintasi rohku
bertanya kepada memori-memori
bertanya kepada sang bisu
malam gelap menyelimuti penglihatanku
aku tidak bisa melihat apapun
meskipun begitu aku masih bisa mendengar
orang yg menggetarkan hatiku datang dan duduk disampingku
lalu dia bertanya masihkah diriku mau menempati tempat ini
aku tak bisa menjawabnya karena aku tidak mengenalnya
lalu aku melihat diriku terbang melintasi ketinggian langit
aku melihat banyak orang mengejarku mengacungkan pedang-pedang mereka
tapi setiap saat terulang penglihatan itu hanya berhenti sampai disitu saja
aku juga melihat aku menjauhi seseorang ke arah timur
berjalan dan berlari
tapi sejauh mungkin aku berlari diriku tidak pernah bisa menjauhinya
kemudian aku melihat bola-bola raksasa di ketinggian langit
hendak menghantam diriku
aku tidak bisa berteriak
mulut ini seperti bungkam dan kelu
hatiku berdebar
tubuhku kaku dan tdk bisa kugerakan
lalu semua terasa begitu cepat seperti kaset kusut
suara tidak beraturan
sang bunda berubah menjadi iblis yang terkutuk
dia membentakku
nada2 asing yg tdk pernah ada dlm dunia diperdengarkan
hey jalanmu sudah dekat
angka 27 diperuntukan untukmu
caramu sudah ditetapkan
(....continued in the secret)
=============
PART II
setelah lepas dari jalan raya yang besar
aku melewati jalan sempit, kembali ke tempat semula
namun aku kembali menjauh
hingga aku ada di sebuah benteng
dengan para bajingan
para pendosa didalamnya
tapi aku berhasil lepas dari jerat penjaranya
dan sekarang aku aku melihat sebuah pelabuhan besar, kota emas, berkilauan
sebelah barat seperti lembah gelap yang menakutkan
arah timur adalah kota emas tapi tanpa ujung
tempat kedamaian
aku berharap bisa memasuki pintu itu
dan menuntaskan apa yang terjadi
aku tak tahu apa yang akan membatasi garis akhir
jiwa yang berlalu tidak membawa segala memori dan kepedihan
walaupun demikian ia adalah tetap bagian dari yang lama
penglihatan tentang angka 27 mungkin adalah sebuah jawaban
tapi aku harus menunggu sedikit waktu lagi sampai itu benar-benar terjawab
setidaknya walaupun tidak menjawab segalanya
itu harus tetap dilalui
untuk menjawab siapa kamu!
seiring tanda tanya besar tentang arah timur....
(.....continued in the secret)
=========
PART III
sekarang aku berdiri di garis sebelum akhir
di penghujung 26
pada angka 6 aku melihat naga
aku terbangun dalam mimpi
merasakan sakit yg amat sangat di angka 12
yang hampir saja merenggutku
aku diciptakan dari 'yang tidak ada'
dan aku dibinasakan menjadi 'yang tidak ada' dari 'yg sudah ada'
apa orang lain sedang bercerita dalam diriku yang sbrnnya tidak pernah ada?
........................
........................
ada saat dimana aku harus membenamkan diri dari memori di kepala ini
hantaman memang deras, hentakan memang kuat....
dan aku rasa hidup tdk melulu seperti apa yg bisa dilihat oleh mata
dirasakan oleh tubuh, dibawah langit ini
terdengar sedikit aneh, namun terasa cukup nyaman
seketika saja hal ini terus berlanjut
antara bayangan dengan hal nyata
antara ilusi dengan kasat mata
selalu saja berlari menjauh
ke arah timur sepertinya
tempat yg asing namun menyejukan
terus bermain dalam ancaman pedang
melangkahi atap-atap rumah
pergi menjauh
sebenarnya aku ingin mengulang
tapi sepertinya hanya bisa dilanjutkan melalui
penglihatan ini
diperbaiki dan dihapus
..............
kamu pernah mendengar tentang kota tua itu?
seperti itulah yg bisa kugambarkan selama ini
..............
sepertinya
..............
dan akhirnya, bayangan-bayangan itu terputus begitu saja hingga kini
di angka 28
dan kuharap selamanya ia takkan pernah kembali lagi
-------####--------
Mazmur 23:1-6
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya,
sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar