Sabtu, 06 Desember 2008

Terluka




Aku telah kehilangan segala akalku karenamu

Kau membuatku kembali terjatuh untuk kesekian kalinya

Kau berikan harapan namun lalu kau mengambilnya kembali dariku

Mengobrak abrik isi ruang hatiku

Kau runtuhkan kembali puing-puing yang susah payah kudirikan

Kau ludahi aku dengan segala kecantikanmu

Tak sadar kau telah menyakitiku

Tawamu mengiringi segala kepedihan yang kupendam

Dan segala harapan yang telah kukubur kembali

Kecantikanmu telah membuatku bertekuk lutut dihadapanmu

Namun tak sampai membuatku menangis

Karena aku masih cukup kuat menahan semua ini

Demi tawa dan kebahagiaanmu

Dan perasaanku kepadamu


----###----


Kau hangatkan hati yang beku
Kau sejukan jiwa yang kering oleh kemarau panjang
Membuat hidup ini menjadi berwarna lagi
Relung-relung hati yang telah lama hancur
Oleh perasaan-perasaan pahit dan segala kemuakan hidup
Seakan sirna sekejap saat bertemu mu

Kutau kau membuat hatiku sejuk
Tapi kusadari semua takkan pernah mungkin
Takkan pernah bisa kau bersamaku
Biarlah tetap rasa ini kusimpan dalam hati saja
Menjadi bunga-bunga indah yang cukup kupandangi saja
Dan takkan pernah kupetik seumur hidupku
Tetaplah terus bertumbuh dan berbunga hiasi hidupmu
Dan janganlah pernah berhenti memancarkan wangi dalam hidupmu

Kukan berusaha berbesar hati merelakanmu
Karena kusadari siapakah diriku dihadapanmu

Kucoba runtuhkan semua hasrat dan kerinduan ini
Demi perasaanku kepadamu
Yang pernah ada dan menghiasi hidupku
Walau hanya sekejap saja

Tidak ada komentar: