
Haruskah ku membangun kembali puing-puing yang runtuh ini
Meletakkannya satu demi satu hingga kembali berdiri tegak
Sekian lama harus kupendam semua ini
Menjatuhkan diri ke laut yang paling dalam
Karam bersama sejuta tawa dan harapan
Emas perak dan tembaga yang menjadi karat
Jauh dari hiruk pikuk kehidupan
Kuberjalan melintasi kerikil-kerikil tajam
Menuju lorong gelap tak berujung
Tanpa suara dan cahaya
Hanya kedinginan dan kehampaan yang menyelimuti jalan ini
Ku terus melangkah dan melangkah lagi
Tanpa satupun orang yang mengerti
Hingga dipersimpangan jalan ini
Kubertemu seorang yang mampu menyejukan jiwa yang kering ini
Mengangkat kapal yang sudah lama tenggelam
Bersama kesedihan, air mata, dan kesendirian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar