
DUSTA
Setiap lidah putus karena setiap ucapan bohongnya
Dusta adalah pedang bermata dua yang tajam
Yang siap memotong setiap lidah para penipu
Karena kepercayaan tidak ternilai oleh apapun dikolong langit ini
Hakekat kejujuran yang sejati takkan sanggup terbayarkan oleh setiap harta benda yang fana
Emas perak dan permata takkan sanggup membayar kesuciannya
Kejujuran seperti mata air yang mengalir bagi setiap insan yang menghargainya
Setiap kebohongan yang terucap akan terpatri didasar nurani setiap telinga yang mendengar
Ia bagaikan benih yang tumbuh Dan ter-cap di setiap dahi kita
Dusta seperti racun maut yang membunuh kita perlahan demi perlahan
Karena dapatkah orang berjalan di bawah matahari tanpa meninggalkan bayangannya?
Atau dapatkah sebuah cermin memantulkan kegelapan?
Setiap cermin mematulkan setiap terang dan apa yang ada di depannya
Dia tidaklah memantulkan apa-apa yang ada dibelakang kita maupun apa yang ada dibelakangnya
Setiap mata dan telinga Melihat apa yang dilihatnya dan mendengar apa yang didengarnya
Dan menyimpan apa yang didapatnya didalam ruang-ruang hatinya
Dan setiap ruang hati hanya untuk ditempati satu, tidak dua ataupun lebih
Akan sulit baginya membongkar lagi apa yang sudah menempati ruang itu
Sesungguhnya setiap ucapan dusta bukanlah sebuah kemenangan
Namun tak lebih dari sebuah hina dan kekalahan dan kebodohan
Karena apa yang ditabur itulah yang dituai
Dusta adalah sebuah pedang
Pedang-pedang yang diciptakan untuk dirinya sendiri
Setiap lidah putus karena setiap ucapan bohongnya
Dusta adalah pedang bermata dua yang tajam
Yang siap memotong setiap lidah para penipu
Karena kepercayaan tidak ternilai oleh apapun dikolong langit ini
Hakekat kejujuran yang sejati takkan sanggup terbayarkan oleh setiap harta benda yang fana
Emas perak dan permata takkan sanggup membayar kesuciannya
Kejujuran seperti mata air yang mengalir bagi setiap insan yang menghargainya
Setiap kebohongan yang terucap akan terpatri didasar nurani setiap telinga yang mendengar
Ia bagaikan benih yang tumbuh Dan ter-cap di setiap dahi kita
Dusta seperti racun maut yang membunuh kita perlahan demi perlahan
Karena dapatkah orang berjalan di bawah matahari tanpa meninggalkan bayangannya?
Atau dapatkah sebuah cermin memantulkan kegelapan?
Setiap cermin mematulkan setiap terang dan apa yang ada di depannya
Dia tidaklah memantulkan apa-apa yang ada dibelakang kita maupun apa yang ada dibelakangnya
Setiap mata dan telinga Melihat apa yang dilihatnya dan mendengar apa yang didengarnya
Dan menyimpan apa yang didapatnya didalam ruang-ruang hatinya
Dan setiap ruang hati hanya untuk ditempati satu, tidak dua ataupun lebih
Akan sulit baginya membongkar lagi apa yang sudah menempati ruang itu
Sesungguhnya setiap ucapan dusta bukanlah sebuah kemenangan
Namun tak lebih dari sebuah hina dan kekalahan dan kebodohan
Karena apa yang ditabur itulah yang dituai
Dusta adalah sebuah pedang
Pedang-pedang yang diciptakan untuk dirinya sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar