Sabtu, 06 Desember 2008

Dusta


DUSTA

Setiap lidah putus karena setiap ucapan bohongnya

Dusta adalah pedang bermata dua yang tajam
Yang siap memotong setiap lidah para penipu

Karena kepercayaan tidak ternilai oleh apapun dikolong langit ini

Hakekat kejujuran yang sejati takkan sanggup terbayarkan oleh setiap harta benda yang fana

Emas perak dan permata takkan sanggup membayar kesuciannya

Kejujuran seperti mata air yang mengalir bagi setiap insan yang menghargainya

Setiap kebohongan yang terucap akan terpatri didasar nurani setiap telinga yang mendengar
Ia bagaikan benih yang tumbuh Dan ter-cap di setiap dahi kita
Dusta seperti racun maut yang membunuh kita perlahan demi perlahan

Karena dapatkah orang berjalan di bawah matahari tanpa meninggalkan bayangannya?
Atau dapatkah sebuah cermin memantulkan kegelapan?

Setiap cermin mematulkan setiap terang dan apa yang ada di depannya

Dia tidaklah memantulkan apa-apa yang ada dibelakang kita maupun apa yang ada dibelakangnya
Setiap mata dan telinga
Melihat apa yang dilihatnya dan mendengar apa yang didengarnya
Dan menyimpan apa yang didapatnya didalam ruang-ruang hatinya

Dan setiap ruang hati hanya untuk ditempati satu, tidak dua ataupun lebih

Akan sulit baginya membongkar lagi apa yang sudah menempati ruang itu


Sesungguhnya setiap ucapan dusta bukanlah sebuah kemenangan
Namun tak lebih dari sebuah hina dan kekalahan dan kebodohan

Karena apa yang ditabur itulah yang dituai

Dusta adalah sebuah pedang

Pedang-pedang yang diciptakan untuk dirinya sendiri

Tidak ada komentar: