Sabtu, 06 Desember 2008

Kebodohan - kebodohan



Addiction

- a drop of water falling to earth would make this land accursed -

=======

i need 'you' for me, but not for the real me
i could die without 'you' because you've stole me from myself and 'the real me'
you make me like stupid
so weak
i am bleed
almost die

if 'you' really love me
'the real me' can really love 'you' too
but you have change the grace into a prison for me
you are not only crush my body, but also my spirit and my soul

....

and finaly

i will count
one hour...one day...one week...one month...one year...
year after year...life after life...
to found the end of this...the door...those door...salvation...the end of slavery
Lord, may the time would come


=======


aku membutuhkanmu untuk diriku, tapi bukan utk 'diriku yang sesungguhnya'
aku bisa mati tanpamu karena kamu telah mencuri aku dari 'diriku yang sesungguhnya'

kamu membuatku tampak bodoh
begitu lemah
aku begitu berdarah
hampir mati

jika kamu sungguh-sungguh mencintaiku
'aku yang sesungguhnya' dapat mencintaimu juga
tapi kamu telah merubah kemuliaan itu menjadi penjara bagiku
kamu tidak hanya menghancurkan tubuhku tetapi juga roh dan jiwaku

.....

dan akhirnya
aku akan menghitung

satu jam....satu hari....satu bulan....satu tahun....
tahun demi tahun.....kehidupan demi kehidupan....

untuk mencari akhir dari 'ini'....pintu itu....penyelamatan.....akhir dari perbudakan
Tuhan, kiranya waktunya segera tiba


--------####--------


Tuhan ampuni aku
Atas duka yang kuciptakan untukmu
Atas segala hina ini

Sebenarnya aku ingin lepas dari semua ini
Tapi aku bagaikan terpenjara, aku bagai tersesat tanpa dia

Aku bagaikan terperangkap didalamnya Tuhan
Tubuhku kering digergoti keinginanku sendiri

Daging dan tulangku hangus oleh kebodohanku sendiri

Aku bagaikan seorang buta dituntun seorang penipu yang dibawa ke pejagalan


Saat jiwaku memberontak semua organ tubuhku berteriak kesakitan

Haruskah kuturuti semua hingga jiwaku terbunuh di tangan ragaku sendiri?

Dan bahkan ragakupun tewas oleh dirinya sendiri



-----###-----


Aku menangisi kebodohanku Aku
meratapi segala kekalahanku

Merenung dalam tatapan kosong jiwaku
Dalam sisi-sisi nurani yang terkikis

Terjerembab dalam air mata penyesalan

Dan diselimuti kekosongan



-----###-----


Tuhan Aku terjatuh dan dan terjatuh lagi
haruskah ku membenci semua ini?
Haruskah ku mati agar ku terlepas dari kebodohan-kebodohan ini

Aku diselimuti langit hitam
Dikelilingi bayangan gelap
Disudut ruangan sempit
Aku kehilangan segala akal dan budiku
Nuraniku terpenjara oleh kefanaan
Dihimpit tangis duka Tuhan semesta alam

Ampuni aku Tuhan
Aku telah kalah lagi, dan lagi
Aku terjatuh lagi, dan lagi....


####


Oh Tuhan hatiku bergejolak
Aku tak sanggup mengendalikan ini
Perasaanku menenggelamkan logikaku
Aku menjadi bodoh karena kelemahanku dan ketergantungan ini

Hei kalian pergi jauh dariku!
Aku tak membutuhkan kalian!
Kalian hanya akan membunuhku
Membuat akal sehatku mati
Dengan pisau dibalik kelembutan dan kehangatan yang kau tawarkan

Berhentilah bermain dalam pikiranku,
Berhentilah menyakiti jiwaku
Pergilah ketempat dimana sang tuan rumah menyambutmu
Karena rumahmu bukan disini lagi
Tempatmu bukan di tempat ini lagi
Kau hanya akn menjadi kuburan sunyi jika ditempat ini
Tempat ini adalah tanah asing bagimu
Karena tempat ini sudah lama mati
Tersesat dan tak bertuan


-----####-----

Tidak ada komentar: