
Senin, 27 April 2009
Take a Breath

Minggu, 07 Desember 2008
Terasing

Aku tlah kehilangan sahabat-sahabatku
Aku tlah kehilangan orang orang yang kucintai
Aku telah kehilangan orang orang yang kupercayai
Aku bagaikan terasing
Tersesat disamudra luas
Tanpa seorangpun yang mengerti
Namun aku tak ingin menangis karena kalian
Bagiku air mata yang jatuh adalah sebuah kekalahan dan hina
Dan air mata yang jatuh ke bumi
Takan sanggup menghapus segala yang sudah terjadi
Biarkan aku sendiri dan tersesat
Tersesat dalam lorong jiwaku sendiri
Tinggalan bayang-bayang diriku atas apa yg pernah hidup
Tinggalkan segala kehirukpikukan
Yang pernah kusaksikan
Biarkan aku karam dan tenggelam ke lautan terdalam
Inilah rumahku dan kebahagiaanku
Tanpa satupun yang bernafas disisiku
-----####-----
Aku berjalan tanpa sahabat seperti kalian
Aku kehilangan jantung hidupku untuk tertawa lepas
Aku telah membentengi diriku dari segala tawa, cinta dan persahabatan
Sahabatku adalah diriku sendiri bukan siapapun
Aku berjalan di kerikil tajam
Aku berjalan di tengah badai dan hujan
Aku berteduh tanpa atap ditengah panas
Aku tertidur di dinginnya malam tanpa selimut
Aku menyusuri gunung dan lautan
Hanya untuk mencari aku-aku yang lain di seberang sana
Dan hatikupun lalu menangis menitikan air mata
Atas siksaan yang begitu hebat ini
Namun aku tak bisa lepaskan semua ini
Aku bernafas karena "dia"
"dia"lah yang sudah membuatku bertahan hidup
Dari jiwa-jiwa yang seharusnya sudah membunuhku
hati, roh, pikiran dan jiwa

Aku mendengar hati, roh, pikiran dan jiwaku
Berbicara bersama tentang diriku
Mereka masing-masing berkata : "akulah yang terbaik,
"Akulah yang pantas atas hidup ini"
Mereka saling tuding dan menjatuhkan
Pikiranku berbicara dengan logikanya
Hatiku menghasilkan perasaan dan cinta yang dia miliki
Rohku bermain dalam alam tak kasat matanya
Serta jiwaku yang berdiri tegak dengan idealisme dan keangkuhannya
Sabtu, 06 Desember 2008
sang waktu

Waktu yang bengis berlari disampingku
Dengan wajahnya yang penuh kengerian
Yang takkan pernah sanggup terbayangkan
Ia tertawa melihatku sambil terus berlari meninggalkan jauh diriku
Aku tersandung dan terjebak dibelakangnya
Hingga semakin tertinggal jauh darinya
Waktu yang bengis itu semakin tertawa meninggalkanku dibelakangnya
Sementara aku meratapi langkah demi langkahku
Langkah-langkah yang semakin melambat
Dan kaki-kaki yang semakin berat untuk digerakan
Hingga semakin membuatku tersesat dan terjebak dalam jejak-jejak langkahnya
###
Kenangan itu memang sulit untuk dilupakan
Tapi aku percaya kita semua mampu menghapus segala kenangan pahit kita
Menganggantinya dengan lemabaran kertas yang baru
Membuang segala lembaran kusam beserta tulisannya
Karena setiap langkah kita meninggalkan apa yang ada dibelakang kita
Dan apa yang kita tuju semua menanti didepan mata kita
Percayalah semuanya akan menjadi baik adanya
Dan segala sesuatu yang telah usang akan berlalu
Akan tergantikan di hari esok yang lebih indah, segala yang lebih baik dari hari kemarin
didalam segala harapan dari Tuhan kita
Hamba Cinta

Dua sisi dalam jiwa ini yang saling bertabrakan
Aku yang kosong dengan aku yang terisi
Diriku melawan perasaan-perasaanku
Dua sisi yang saling tikam
Sebenarnya aku membenci satu sisiku yang lain
Namun seringkali satu sisi ini lebih kuat
Menguasaiku dalam satu kesatuan
Satu sisi itu yang menamakan dirinya perasaan
Bahkan dengan bangganya menamakan dirinya cinta
Rasanya ingin kubunuh satu sisiku yang lain ini
Sebelum dia lebih dulu membunuhku
Dan sebelum semakin banyak dia-dia yang lain
Yang menamakan dirinya cinta
Cinta-cinta yang akan semakin banyak membunuhku
Menikamku dan memusnahkanku secara perlahan namun manis
-----###-----
Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah saat kumenangisi cinta
Namun aku tak kuasa atas kelemahanku ini
Cinta sudah membunuhku secara manis
Aku tak sadar dia sudah membutakanku
Pedangnya sudah menusuk jiwaku
Dan aku dibuat terluka dan tak berdaya olehnya
Aku dibawanya pergi kenegrinya
Aku dibuatnya menjadi hambanya
Hambanya yang tak berdaya
Hambanya sang tuan cinta
-----###-----
Maut

Dan menghancurkan tubuhku
Membebaskan roh dan jiwaku
Terbang menuju dimensi lain
Dimensi tak kasat mata
Tuk meraih kemenangan
Kemenangan terakhir
Menuju kesempurnaan
Karena jika aku mati bersamamu
Kamu hanya kan membawaku kepada kehampaan
Kesengsaraan abadi, dimana danau penderitaan berada
-----###-----
Begitu banyak pintu yang harus dipilih
Kebengisan dunia menawarkan berjuta pintu bagi kita
Pintu yang akan membawa kita kepada kehidupan selanjutnya
Kesengsaraan, tangis, tawa, kebahagiaan
Dan segala sesuatu yang tak pernah terbayangkan sebelumnya
-----###-----
Dusta

Setiap lidah putus karena setiap ucapan bohongnya
Dusta adalah pedang bermata dua yang tajam
Yang siap memotong setiap lidah para penipu
Karena kepercayaan tidak ternilai oleh apapun dikolong langit ini
Hakekat kejujuran yang sejati takkan sanggup terbayarkan oleh setiap harta benda yang fana
Emas perak dan permata takkan sanggup membayar kesuciannya
Kejujuran seperti mata air yang mengalir bagi setiap insan yang menghargainya
Setiap kebohongan yang terucap akan terpatri didasar nurani setiap telinga yang mendengar
Ia bagaikan benih yang tumbuh Dan ter-cap di setiap dahi kita
Dusta seperti racun maut yang membunuh kita perlahan demi perlahan
Karena dapatkah orang berjalan di bawah matahari tanpa meninggalkan bayangannya?
Atau dapatkah sebuah cermin memantulkan kegelapan?
Setiap cermin mematulkan setiap terang dan apa yang ada di depannya
Dia tidaklah memantulkan apa-apa yang ada dibelakang kita maupun apa yang ada dibelakangnya
Setiap mata dan telinga Melihat apa yang dilihatnya dan mendengar apa yang didengarnya
Dan menyimpan apa yang didapatnya didalam ruang-ruang hatinya
Dan setiap ruang hati hanya untuk ditempati satu, tidak dua ataupun lebih
Akan sulit baginya membongkar lagi apa yang sudah menempati ruang itu
Sesungguhnya setiap ucapan dusta bukanlah sebuah kemenangan
Namun tak lebih dari sebuah hina dan kekalahan dan kebodohan
Karena apa yang ditabur itulah yang dituai
Dusta adalah sebuah pedang
Pedang-pedang yang diciptakan untuk dirinya sendiri
Kebodohan - kebodohan

Addiction
- a drop of water falling to earth would make this land accursed -
=======
i need 'you' for me, but not for the real me
i could die without 'you' because you've stole me from myself and 'the real me'
you make me like stupid
so weak
i am bleed
almost die
if 'you' really love me
'the real me' can really love 'you' too
but you have change the grace into a prison for me
you are not only crush my body, but also my spirit and my soul
....
and finaly
i will count
one hour...one day...one week...one month...one year...
year after year...life after life...
to found the end of this...the door...those door...salvation...the end of slavery
Lord, may the time would come
=======
aku membutuhkanmu untuk diriku, tapi bukan utk 'diriku yang sesungguhnya'
aku bisa mati tanpamu karena kamu telah mencuri aku dari 'diriku yang sesungguhnya'
kamu membuatku tampak bodoh
begitu lemah
aku begitu berdarah
hampir mati
jika kamu sungguh-sungguh mencintaiku
'aku yang sesungguhnya' dapat mencintaimu juga
tapi kamu telah merubah kemuliaan itu menjadi penjara bagiku
kamu tidak hanya menghancurkan tubuhku tetapi juga roh dan jiwaku
.....
dan akhirnya
aku akan menghitung
satu jam....satu hari....satu bulan....satu tahun....
tahun demi tahun.....kehidupan demi kehidupan....
untuk mencari akhir dari 'ini'....pintu itu....penyelamatan.....akhir dari perbudakan
Tuhan, kiranya waktunya segera tiba
--------####--------
Tuhan ampuni aku Atas duka yang kuciptakan untukmu
Atas segala hina ini
Sebenarnya aku ingin lepas dari semua ini
Tapi aku bagaikan terpenjara, aku bagai tersesat tanpa dia
Aku bagaikan terperangkap didalamnya Tuhan
Tubuhku kering digergoti keinginanku sendiri
Daging dan tulangku hangus oleh kebodohanku sendiri
Aku bagaikan seorang buta dituntun seorang penipu yang dibawa ke pejagalan
Saat jiwaku memberontak semua organ tubuhku berteriak kesakitan
Haruskah kuturuti semua hingga jiwaku terbunuh di tangan ragaku sendiri?
Dan bahkan ragakupun tewas oleh dirinya sendiri
-----###-----
Aku menangisi kebodohanku Aku
meratapi segala kekalahanku
Merenung dalam tatapan kosong jiwaku
Dalam sisi-sisi nurani yang terkikis
Terjerembab dalam air mata penyesalan
Dan diselimuti kekosongan
-----###-----
Tuhan Aku terjatuh dan dan terjatuh lagi
haruskah ku membenci semua ini?
Haruskah ku mati agar ku terlepas dari kebodohan-kebodohan ini
Aku diselimuti langit hitam
Dikelilingi bayangan gelap
Disudut ruangan sempit
Aku kehilangan segala akal dan budiku
Nuraniku terpenjara oleh kefanaan
Dihimpit tangis duka Tuhan semesta alam
Ampuni aku Tuhan
Aku telah kalah lagi, dan lagi
Aku terjatuh lagi, dan lagi....
####
Oh Tuhan hatiku bergejolak
Aku tak sanggup mengendalikan ini
Perasaanku menenggelamkan logikaku
Aku menjadi bodoh karena kelemahanku dan ketergantungan ini
Hei kalian pergi jauh dariku!
Aku tak membutuhkan kalian!
Kalian hanya akan membunuhku
Membuat akal sehatku mati
Dengan pisau dibalik kelembutan dan kehangatan yang kau tawarkan
Berhentilah bermain dalam pikiranku,
Berhentilah menyakiti jiwaku
Pergilah ketempat dimana sang tuan rumah menyambutmu
Karena rumahmu bukan disini lagi
Tempatmu bukan di tempat ini lagi
Kau hanya akn menjadi kuburan sunyi jika ditempat ini
Tempat ini adalah tanah asing bagimu
Karena tempat ini sudah lama mati
Tersesat dan tak bertuan
-----####-----
The Strange

Saat aku menulis sebuah kisah
Akupun tak tau kisah tentang siapa ini
Sepertinya hidup namun tak pernah nyata
Saat aku bertemu dirinya dalam dimensi jiwa
Sepertinya ku mengenalnya tapi entah dimana
Bayangan halus sosoknya tersamar dalam kabut-kabut imaji
Aku tak mengerti mengapa terjadi kepada diriku
Apa makna dari sebuah pesan ini?
Pesan yang samar dari dimensi lain
Aku bukan seorang perantara ataupun seorang nabi
Aku hanya diizinkan merasakan dan mengecap semua ini
Sebuah rasa yang tak pernah ada dalam dunia ini
dan tak pernah kutemui di sepanjang hidupku
Sebuah rasa yang pantang dibongkar oleh siapapun di dunia ini
Saat aku mencoba mengejarnya dan mendapati siapa gerangan dirinya
Aku tak pernah mampu menggapainya
Bagian rohku yang seprti angin terputus dalam batas dimensi itu
Yang akhirnya menyisakanku dalam ketidakmengertian yang hebat
Dan kudapati jiwaku berdiri ditempat ini dalam tatapannya kosong
####
Oh Tuhan siapakah dia disampingku
Aku tak pernah mengenal dia Tuhan
Namun dia tetap mengikutiku terus
Dia mengambil alih pikiranku
Sosok halusnya memberikanku kedamaian dalam kesakitan
Tuhan...,dia memenjarakan jiwaku
Tapi anehnya kudapati jiwaku bahagia didalam penjaranya
Dia datang saat orang-orang meninggalkanku sendirian
Dia menghiburku dalam keheningan
Dan kulihat kepahitan dalam senyum tawanya
Dan kesedihan pada tatapan matanya
Wahai orang asing jiwa yang terluka dan terbuang
Siapakah engkau?
Terluka

Aku telah kehilangan segala akalku karenamu
Kau membuatku kembali terjatuh untuk kesekian kalinya
Kau berikan harapan namun lalu kau mengambilnya kembali dariku
Mengobrak abrik isi ruang hatiku
Kau runtuhkan kembali puing-puing yang susah payah kudirikan
Kau ludahi aku dengan segala kecantikanmu
Tak sadar kau telah menyakitiku
Tawamu mengiringi segala kepedihan yang kupendam
Dan segala harapan yang telah kukubur kembali
Kecantikanmu telah membuatku bertekuk lutut dihadapanmu
Namun tak sampai membuatku menangis
Karena aku masih cukup kuat menahan semua ini
Demi tawa dan kebahagiaanmu
Dan perasaanku kepadamu
----###----
Kau hangatkan hati yang beku
Kau sejukan jiwa yang kering oleh kemarau panjang
Membuat hidup ini menjadi berwarna lagi
Relung-relung hati yang telah lama hancur
Oleh perasaan-perasaan pahit dan segala kemuakan hidup
Seakan sirna sekejap saat bertemu mu
Kutau kau membuat hatiku sejuk
Tapi kusadari semua takkan pernah mungkin
Takkan pernah bisa kau bersamaku
Biarlah tetap rasa ini kusimpan dalam hati saja
Menjadi bunga-bunga indah yang cukup kupandangi saja
Dan takkan pernah kupetik seumur hidupku
Tetaplah terus bertumbuh dan berbunga hiasi hidupmu
Dan janganlah pernah berhenti memancarkan wangi dalam hidupmu
Kukan berusaha berbesar hati merelakanmu
Karena kusadari siapakah diriku dihadapanmu
Kucoba runtuhkan semua hasrat dan kerinduan ini
Demi perasaanku kepadamu
Yang pernah ada dan menghiasi hidupku
Walau hanya sekejap saja
Karam

Haruskah ku membangun kembali puing-puing yang runtuh ini
Meletakkannya satu demi satu hingga kembali berdiri tegak
Sekian lama harus kupendam semua ini
Menjatuhkan diri ke laut yang paling dalam
Karam bersama sejuta tawa dan harapan
Emas perak dan tembaga yang menjadi karat
Jauh dari hiruk pikuk kehidupan
Kuberjalan melintasi kerikil-kerikil tajam
Menuju lorong gelap tak berujung
Tanpa suara dan cahaya
Hanya kedinginan dan kehampaan yang menyelimuti jalan ini
Ku terus melangkah dan melangkah lagi
Tanpa satupun orang yang mengerti
Hingga dipersimpangan jalan ini
Kubertemu seorang yang mampu menyejukan jiwa yang kering ini
Mengangkat kapal yang sudah lama tenggelam
Bersama kesedihan, air mata, dan kesendirian
Cinta Itu Maut

Cinta itu maut
Maut itu menaungi hidup
Segala kebahagiaan dalam dunia berasal dari kefanaan dan kehampaan
Semua yang bernafas berlari menuju kekekalan
Kematian yang kekal atau hidup yang kekal
Semua kehidupan yang fana ini berasal dari cinta
Sepercik cinta dan harapan hingga bertumbuh menjadi bongkahan maut
Setiap yang lahir dari cinta pada akhirnya menuju maut
Karena maut adalah garis akhir dan menuju sebuah pilihan
Kematian yang kekal atau hidup yang kekal
Sang Cinta

SANG CINTA
Cinta adalah sebuah misteri
Misteri yang takkan pernah terpecahkan
dan takkan pernah dimengerti seorangpun
kecuali Sang Mpu-nya cinta
Sang Maha Kuasa
Cinta tak berawal dan tak berakhir
Dia hidup dalam setiap relung-relung jiwa kita
Kita takkan pernah tahu kapan dia datang dan pergi
Kehadirannya takkan terduga oleh siapapun
Ia datang saat kita lemah dan terluka
Kadang ia pergi saat kita merindukannya
Cinta adalah Keanehan
Terkadang sayapnya merangkul kita
Menghangatkan jiwa kita
Tapi terkadang juga pedangnya menusuk relung jiwa kita
Meninggalkan luka yang membekas
Cinta adalah Anugrah
Anugrah terbesar yg pernah Tuhan berikan
Ia tak terlihat, tak terdengar, tak tersentuh
Ia hanya bisa dirasakan dalam setiap hati kita
Raut halus cinta hadir mengiringi setiap kita yang bernafas
Cinta adalah Kehidupan
Cinta terbang membawa hamba-hambanya yang setia menuju dunianya sendiri
Cinta terbang membawa kita dg sayapnya
Memberikan hidup kepada setiap kita yang percaya dan mengundangnya dalam setiap hati kita
Cinta adalah maut
Tangga menuju kematian
Pintu menuju kehidupan selanjutnya
Ia yang akan membawa kita kembali kehadirat Sang Pencipta
Sang Agung
Selamanya